ANALISIS TAHAPAN PERKEMBANGAN RIVERFRONT TOURISM DI INDONESIA

Penulis

  • Fithria Khairina Damanik Bina Nusantara University
  • Bhernadetta Pravita Wahyuningtyas
  • Heru Purboyo Hidayat Putro

DOI:

https://doi.org/10.55882/bhj.v9i1.160

Kata Kunci:

pariwisata tepi sungai, pariwisata perkotaan, regenerasi perkotaan

Abstrak

Indonesia memiliki sekitar 7.000 sungai, yang sebagian besar mengalami penurunan kualitas secara signifikan dan berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Padahal, banyak kota di Indonesia berkembang dari kawasan di sepanjang sungai. Degradasi kualitas sungai dan kawasan bantaran sungai disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk polusi, deforestasi, serta pembuangan limbah industri dan domestik yang tidak terkendali. Kondisi ini tidak hanya mengancam kesehatan ekosistem sungai, tetapi juga berdampak pada keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya air, serta berkontribusi terhadap berbagai permasalahan perkotaan. Masyarakat yang bermukim di kawasan bantaran sungai merupakan kelompok yang paling terdampak oleh permasalahan ini. Oleh karena itu, mereka membutuhkan informasi yang jelas dan akurat mengenai bahaya polusi serta urgensi menjaga kebersihan sungai. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menganalisis fenomena perkembangan kawasan bantaran sungai di kota-kota Indonesia dengan merujuk pada tahapan perkembangan kawasan tepi air

 

 

 

 

 

 

 

(waterfront development) sebagaimana dikemukakan oleh Wrenn (1983). Selain itu, penelitian ini juga membahas konsep pariwisata tepi sungai (riverfront tourism) sebagai salah satu bentuk regenerasi perkotaan (urban regeneration) dan pengembangan pariwisata perkotaan (urban tourism). Regenerasi kawasan bantaran sungai untuk kepentingan pariwisata diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan terhadap pentingnya konservasi kawasan tersebut, baik dari perspektif sosial maupun lingkungan. Jika dikembangkan secara optimal, kawasan wisata tepi sungai dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas destinasi pariwisata. sehingga mampu berkembang menjadi destinasi yang berkelanjutan dan berdaya saing

Diterbitkan

2025-06-11