KAJIAN SPASIAL PARIWISATA DI ZONA RAWAN BENCANA ALAM: IMPLIKASI BAGI STRATEGI PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BIMA
DOI:
https://doi.org/10.55882/bhj.v10i1.222Kata Kunci:
Sustainable tourism; spatial analysis; disaster-prone areas; resilience; Bima RegencyAbstrak
Pariwisata semakin diakui sebagai salah satu penggerak utama pembangunan berkelanjutan, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Selain memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), pariwisata juga berperan strategis dalam penciptaan lapangan kerja, pemerataan wilayah, dan pelestarian budaya. Namun, di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pengembangan pariwisata menghadapi tantangan signifikan akibat tingginya kerentanan terhadap bencana alam seperti banjir, longsor, gempa bumi, dan tsunami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian spasial untuk mengidentifikasi tumpang tindih antara kawasan pariwisata yang ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan zona rawan bencana. Hasil kajian menunjukkan adanya paradoks antara upaya memaksimalkan potensi pariwisata dan ancaman kerentanan bencana. Analisis spasial tidak hanya mengidentifikasi destinasi yang berisiko, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai keterkaitan infrastruktur, kesiapsiagaan masyarakat, dan pengelolaan destinasi. Penelitian ini menekankan bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan di daerah rawan bencana hanya dapat dicapai melalui strategi terintegrasi yang mencakup mitigasi, adaptasi, dan kesiapsiagaan. Pendekatan tersebut tidak hanya menjamin keselamatan wisatawan, tetapi juga memperkuat resiliensi masyarakat lokal serta menjaga kepercayaan investasi jangka panjang. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) mengidentifikasi kecamatan pariwisata yang berada pada kawasan rawan bencana, (2) menganalisis implikasi kerentanan terhadap keberlanjutan pariwisata, dan (3) merumuskan strategi adaptif untuk pengembangan pariwisata tangguh. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi arah kebijakan yang mengintegrasikan tata ruang, manajemen risiko bencana, dan strategi keberlanjutan dalam membangun pariwisata tangguh di Kabupaten Bima.













