- PRAKTIK GLOKALISASI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM UPAYA MEMBANGUN CITRA PARIWISATA DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN
-
DOI:
https://doi.org/10.55882/bhj.v9i2.159Kata Kunci:
Glokalisasi, Instagram, Komunikasi Digital, Citra Pariwisata, Budaya LokalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis praktik glokalisasi dalam pengelolaan akun media sosial Instagram @umah_gringsing_tenganan sebagai strategi membangun citra pariwisata budaya Desa Tenganan Pegringsingan, Bali. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari wawancara mendalam dengan pengelola akun dan enam wisatawan yang pernah berinteraksi dengan akun @umah_gringsing_tenganan, observasi konten, serta dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan akun tersebut telah menjadi media promosi dan representasi budaya yang efektif, khususnya dalam menampilkan proses penenunan kain Gringsing, aktivitas adat, serta suasana kehidupan masyarakat Bali Aga. Praktik glokalisasi teridentifikasi melalui penggunaan tagar populer, kolaborasi dengan tokoh masyarakat, serta pemanfaatan musik latar berbahasa Inggris. Namun, masih terdapat keterbatasan dalam penggunaan bahasa bilingual secara konsisten, penyusunan narasi visual, serta dokumentasi digital. Hasil penelitian bahwa akun tersebut telah menjadi media promosi dan representasi budaya yang efektif, khususnya dalam menampilkan proses penenunan kain Gringsing, aktivitas adat, serta suasana kehidupan masyarakat Bali Aga. Praktik glokalisasi teridentifikasi melalui penggunaan tagar populer, kolaborasi dengan tokoh masyarakat, serta pemanfaatan musik latar berbahasa Inggris. Namun demikian, masih terdapat keterbatasan dalam penggunaan bahasa bilingual secara konsisten, penyusunan narasi visual, serta adaptasi gaya konten global yang lebih dinamis. Konten masih dominan bersifat dokumentatif dan informatif, belum menggugah secara emosional maupun naratif. Kesimpulannya, media sosial, khususnya Instagram berfungsi tidak hanya sebagai alat promosi destinasi, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya lokal yang memungkinkan jangkauan global. Implikasi dari penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi digital, inovasi dalam strategi komunikasi visual, serta dengan pendekatan tersebut, media sosial dapat menjadi jembatan antara identitas tradisional dan ekspektasi audiens digital lintas budaya.













