Pemanfaatan Sejarah Lokal sebagai Basis Pengembangan Wisata Nostalgia Berkelanjutan di Kabupaten Bintan
Pemanfaatan Sejarah Lokal sebagai Basis Pengembangan Wisata Nostalgia Berkelanjutan di Kabupaten Bintan
DOI:
https://doi.org/10.55882/bhj.v10i1.167Kata Kunci:
Pariwisata Nostalgia, Warisan Sejarah, Bintan, pariwisata berkelanjutan, partisipasi masyarakatAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi daya tarik sejarah lokal di Kabupaten Bintan sebagai landasan pengembangan pariwisata nostalgia yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs-situs bersejarah yaitu Pulau Penyengat, kawasan Tanjung Uban, dan Kota Kijang memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, serta daya tarik emosional yang tinggi bagi wisatawan diaspora dan mantan penduduk. Pemanfaatan aset sejarah ini masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam hal interpretasi dan partisipasi masyarakat. Studi ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk mengoptimalkan pengelolaan pariwisata nostalgia secara berkelanjutan.













